Senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang.
Senyum meluncurkan
sesuatu hormon yang disebut endorphins, Endorphin disebut sebagai hormon penghilang rasa sakit.
Mereka membantu mengatasi rasa sakit fisik dan emosional.
Hadist terkait senyum :
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
1.
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim)
adalah (bernilai) sedekah
bagimu.” (HR Tirmidzi).
a.
Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”. (HR
Al-Baihaqi)
b.
“Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan
sakaratul maut.” (dalam buku Fiqh
Sunnah karangan Sayyid Sabiq)
c.
“Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma”. (Mutafaq’alaih)
d.
“Naungan bagi
seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya ” (HR Ahmad).
e.
"Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari
kalanganmu) dengan bersedekah
dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana”. (HR
Ath-Thabrani).
f.
"Rasulullah SAW juga
pernah bersabda, bahwa sedekah
dari seorang Muslim meningkatkan (hartanya) di masa kehidupannya meringankan
kepedihan saat mautnya, dan Allah hilangkan perasaan sombong dan egois dari
dirinya". (Fiqhus- Sunnah
vol. 3, hal 97)
g.
“Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk”.
(Al Wasail 6: 267, hadis ke 4).
h.
"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan
meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan
(pembayarannya) kepada mereka: dan bagi mereka pahala yang banyak" (QS
57:18)
i.
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air
memadamkan api". (HR
Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
2.
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun,
meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri (tersenyum).” (HR
Muslim).
3.
“Ketahuilah bahwa tidaklah Rasulullah SAW
membicarakan sesuatu kecuali beliau tersenyum.” (HR Ahmad).
4.
“Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam
dengan wajah ceria (tersenyum)
kepada orang-orang.” (HR Ibnu Abi Dunya).
Marah adalah emosi yang dirasakan ketika sesuatu tidak sesuai keinginan
Anda” secara fisik mengakibatkan
peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan noradrenalin
Adrenalin
adalah hormon yang
memicu reaksi
terhadap tekanan, kecepatan gerak tubuh,
suara derau tinggi atau cahaya yang
terang. Yang dirasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin
dan keterkejutan. Reaksi ini dalam batas tertentu menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan,
mungkin juga menjadi sebuah hobi.
Noradrenalin
adalah hormon meningkatkan gairah dan kewaspadaan, meningkatkan pembentukan dan
pengembalian kembali memori, serta memfokuskan perhatian, meningkatkan kegelisahan dan kecemasan.
Hadist
terkait marah :
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
1.
Orang yang kuat itu bukanlah karena jago
gulat, tetapi orang kuat
ialah orang yang dapat menahan
dirinya di kala sedang marah (Abu Hurairah)
2.
Dan bersegeralah kalian kepada ampunan
dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang
menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang (Malik bin Anas)
3.
Bahwa ia pernah bertanya kepada
Rasulullah SAW untuk itu ia mengatakan, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah
kepadaku suatu nasihat yang bermanfaat bagi diriku, tetapi jangan banyak-banyak
agar aku selalu mengingatnya." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Kamu jangan marah."
Ia mengulangi pertanyaannya kepada Nabi SAW. berkali-kali, tetapi semuanya itu
dijawab oleh Nabi SAW dengan kalimat, "kamu jangan marah." (Hariah
Ibnu Qudaman As-Sa'di)
4.
'Sesungguhnya marah itu perbuatan setan, dan setan itu
diciptakan dari api, dan sesungguhnya api itu hanya dapat dipadamkan dengan
air. Karena itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudu' (Atiyyah ibnu
Sa'd As-Sa'di)
5. Barang siapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu
mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan iman (Humaid ibnu Abdur
Rahman)
6. Barang siapa menahan amarah, sedangkan
dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata
semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya (Imam Abu
Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah)